Jumat, 13 Oktober 2017

Cerita Inspirasi

Sudah lama sekali rasanya sejak terakhir menulis disini. Mei 2016-Oktober 2017, hampir 1,5 tahun. Dalam kurun waktu tersebut, sudah barang pasti banyak kejadian-kejadian yang mengiringi perjalanan alam raya ini. Berbagai kejadian baik dan kegaduhan yang menjengkelkan bergantian mengisi tajuk utama sebuah berita.  Bagi saya pribadi, ada masa-masa dalam tekanan untuk dapat menyelesaikan studi yang rasanyanya begitu getir, sulit untuk memahami bagaimana campur tangan Tuhan melalui berbagai “kebetulan”, doa dan dukungan orangtua, serta dosen pembimbing yang luar biasa baiknya bisa menolong saya melaju hingga garis finish. Lazimnya mahasiswa yang baru lulus, rasa bangga akan kesuksesan kemudian menghampiri saat selesai sidang hingga wisuda. Sampai akhirnya kesadaran itu kembali dan mulai mempertanyakan, “Lalu apa? Mau apa? Untuk apa? Bagaimana?”. Sebuah akhir akan menjadi suatu awal dan begitu seterusnya, sebagai bagian dari siklus kehidupan. Inilah awal dari masa-masa sulit, ketika saya berada di persimpangan untuk memilih jalur untuk menjalani kehidupan. Inilah saat dimana idealisme bertempur dengan sikap realistis, yang sepertinya belum juga berujung dan saya tidak bisa menangani ini dengan baik. Keadaan ini membuat seolah-olah roda kehidupan bergerak begitu lambat, dengan saya berada di bawah terhimpit dan terhempas aspal terlalu lama. Ya sudahlah, mungkin saat ini dinamika kehidupan sedang betul-betul sukar diprediksi. Semoga aja momentum itu segera datang.

Mari kita cukupkan curhat bermodus prolog tersebut, karena itu mungkin kurang manfaatnya buat kehidupan anda-anda sekalian. Dan juga tidak ada hubungannya dengan konten tulisan ini.

Warganet yang budiman, kali ini saya ingin berceloteh mengenai inspirasi. Namun saya bukan bertujuan untuk menuliskan sesuatu yang menginspirasi. Wong saya ini miskin inspirasi, kalau kaya inspirasi mungkin sudah ratusan tulisan saya unggah atau sudah jadi buku. Jadi, ini adalah cerita inspirasi, bukan cerita inspiratif.

Selamat menyimak.

Inspirasi, suatu hal yang mendorong seseorang melakukan sesuatu dalam hidupnya. Percikan-percikan ide yang kadang datangnya tak diundang. Percikan yang men-trigger (memelatuk?) kita untuk berbuat. Berbuat apa? Macam-macam. Bisa berupa tindakan atau membuat suatu produk. Seekor ikan bisa saja menginspirasi seseorang untuk belajar berenang, dan juga menginspirasi seseorang untuk membuat film animasi seperti Finding Nemo. Menarik melihat bagaimana satu sebab bisa menghasilkan dua atau lebih akibat yang berbeda jauh.

Asyiknya, inspirasi ini bisa terus muncul secara berantai, bahkan mungkin pertumbuhannya bisa tidak terbatas dan memiliki dampak yang luar biasa. Sebuah mainan bambu yang bisa terbang, yang (mungkin saja) terinspirasi dari seekor burung, ternyata adalah sumber inspirasi bagi Wright bersaudara untuk membuat pesawat terbang. Lalu pesawat Wright bersaudara ini tentu menjadi inspirasi awal untuk pengembangan pesawat berikutnya. Ada pesawat komersil, pesawat tempur, pesawat jet, pesawat telepon, helikopter, dan lain-lain yang jenis dan jumlahnya luar biasa banyak. Ini tentu membuat suatu perubahan yang signifikan di bidang transportasi. Jamaah haji asal Indonesia jaman dahulu harus berbulan-bulan mengarungi lautan sebelum mencapai tanah suci, dan butuh waktu berbulan-bulan juga untuk kembali ke  tanah air. Sekarang, waktu tersebut terpangkas sejak digunakannya pesawat sebagai moda transportasi menjadi hanya beberapa jam saja. Itulah contoh bagaimana suatu inspirasi dapat mengubah situasi dan kondisi.

Inspirasi seringkali muncul dari sesuatu dan pada waktu yang tidak terduga. Beberapa hari yang lalu saya nonton sebuah video di media sosial berkenaan dengan seorang fotografer profesional yang terlahir tidak memiliki tangan dan kaki. Namanya Achmad Zulkarnain, asal Banyuwangi. Luar biasa sekali beliau ini, keterbatasannya ia konversikan menjadi suatu kelebihan. Tekadnya kuat, perjuangannya hebat. Utamanya, beliau tidak menjadikan keterbatasannya sebagai “alat jual”, tapi beliau memang menghasilkan karya-karya fotografi yang sangat baik. Tentu saja beliau ini jadi inspirasi bagi banyak orang untuk tetap berjuang dan menghasilkan karya yang baik. Dan menarik disimak bagaimana “perjalanan” inspirasi ini bisa sampai dengan cara dan pada waktu yang tepat. Seseorang dari Banyuwangi, diliput oleh media luar negeri, kemudian videonya muncul di media sosial dan kebetulan saya saksikan. Kalau saja saat itu saya sedang tidak buka media sosial, mungkin inspirasi itu tidak akan pernah sampai kepada saya.

Di sisi lain, inspirasi tidak melulu berkaitan dengan hal-hal yang baik. Selalu ada dua sisi. Berbagai keburukan pun dapat dimulai dari suatu inspirasi. Jika pembaca yang berbahagia pernah nonton serial Breaking Bad, mungkin pembaca bisa paham bagaimana inspirasi diterjemahkan bisa menjadi suatu keburukan. Alkisah lakon utama dalam serial tersebut, Walter White, seorang guru kimia, didiagnosa terkena kanker paru-paru. Merasa hidupnya tak lama lagi, ia berkeinginan untuk mendapatkan uang yang banyak sebagai bekal untuk kebutuhan keluarganya kelak ketika ia sudah tiada. Saat ia diajak oleh iparnya yang merupakan seorang agen Drug Enforcement Administration untuk ikut dalam penyergapan produsen narkoba jenis metamfetamin, justru ia mendapatkan inspirasi untuk menghasilkan uang yang banyak dengan menjadi produsen metamfetamin dengan latar belakangnya sebagai ahli kimia, hingga singkat cerita ia menjadi “The Meth King”. Itu hanya satu contoh bahwa seseorang bisa saja mendapatkan inspirasi untuk melakukan hal yang salah. Kemudian kita coba kaitkan, bagaimana seseorang bisa justru memberikan inspirasi yang buruk. Beberapa tahun belakangan ini sudah kita rasakan bersama gaduhnya media sosial. Maha benar warganet dengan segala komentarnya. Banyak sekali “pertempuran” disertai ujaran kebencian yang dibagikan di media sosial, dan itu sangat mungkin memberikan inspirasi untuk juga membenci diluar media sosial. Di dunia maya ribut, di dunia nyata ge raribut.

Dan akhirnya, lakukanlah hal yang baik. Sebuah senyuman yang kita lemparkan kepada orang lain, mungkin dapat menjadi inspirasi bagi orang lain untuk membalas senyuman tersebut dan berbagi senyuman pada orang lain. Ketika banyak pengemudi yang enggan mengantri saat macet, janganlah kita ikut-ikutan edan. Mengantrilah dan beri inspirasi untuk berbuat benar pada pengendara lain. Karena tadi, inspirasi itu bisa berantai dan dampaknya bisa besar.

Demikianlah tulisan ini saya buat, menandakan kembalinya inspirasi untuk menulis. Jika anda tidak menemukan inspirasi dari tulisan ini, ya sudah jangan menyesal. Mungkin bisa ketemu jika baca tulisan-tulisan saya terdahulu atau tulisan berikutnya yang entah kapan datangnya. Tergantung inspirasinya datang kapan.