Sudah lama sekali rasanya sejak
terakhir menulis disini. Mei 2016-Oktober 2017, hampir 1,5 tahun. Dalam kurun
waktu tersebut, sudah barang pasti banyak kejadian-kejadian yang mengiringi perjalanan
alam raya ini. Berbagai kejadian baik dan kegaduhan yang menjengkelkan bergantian
mengisi tajuk utama sebuah berita. Bagi
saya pribadi, ada masa-masa dalam tekanan untuk dapat menyelesaikan studi yang
rasanyanya begitu getir, sulit untuk memahami bagaimana campur tangan Tuhan
melalui berbagai “kebetulan”, doa dan dukungan orangtua, serta dosen pembimbing
yang luar biasa baiknya bisa menolong saya melaju hingga garis finish. Lazimnya mahasiswa yang baru
lulus, rasa bangga akan kesuksesan kemudian menghampiri saat selesai sidang hingga
wisuda. Sampai akhirnya kesadaran itu kembali dan mulai mempertanyakan, “Lalu
apa? Mau apa? Untuk apa? Bagaimana?”. Sebuah akhir akan menjadi suatu awal dan
begitu seterusnya, sebagai bagian dari siklus kehidupan. Inilah awal dari
masa-masa sulit, ketika saya berada di persimpangan untuk memilih jalur untuk
menjalani kehidupan. Inilah saat dimana idealisme bertempur dengan sikap
realistis, yang sepertinya belum juga berujung dan saya tidak bisa menangani
ini dengan baik. Keadaan ini membuat seolah-olah roda kehidupan bergerak begitu
lambat, dengan saya berada di bawah terhimpit dan terhempas aspal terlalu lama.
Ya sudahlah, mungkin saat ini dinamika kehidupan sedang betul-betul sukar
diprediksi. Semoga aja momentum itu segera datang.
Mari kita cukupkan curhat
bermodus prolog tersebut, karena itu mungkin kurang manfaatnya buat kehidupan
anda-anda sekalian. Dan juga tidak ada hubungannya dengan konten tulisan ini.
Warganet yang budiman, kali ini
saya ingin berceloteh mengenai inspirasi. Namun saya bukan bertujuan untuk menuliskan
sesuatu yang menginspirasi. Wong saya
ini miskin inspirasi, kalau kaya inspirasi mungkin sudah ratusan tulisan saya
unggah atau sudah jadi buku. Jadi, ini adalah cerita inspirasi, bukan cerita inspiratif.
Selamat menyimak.
Inspirasi, suatu hal yang
mendorong seseorang melakukan sesuatu dalam hidupnya. Percikan-percikan ide
yang kadang datangnya tak diundang. Percikan yang men-trigger (memelatuk?) kita untuk berbuat. Berbuat apa? Macam-macam.
Bisa berupa tindakan atau membuat suatu produk. Seekor ikan bisa saja menginspirasi
seseorang untuk belajar berenang, dan juga menginspirasi seseorang untuk membuat film
animasi seperti Finding Nemo. Menarik
melihat bagaimana satu sebab bisa menghasilkan dua atau lebih akibat yang
berbeda jauh.
Asyiknya, inspirasi ini bisa
terus muncul secara berantai, bahkan mungkin pertumbuhannya bisa tidak terbatas
dan memiliki dampak yang luar biasa. Sebuah mainan bambu yang bisa terbang,
yang (mungkin saja) terinspirasi dari seekor burung, ternyata adalah sumber
inspirasi bagi Wright bersaudara untuk membuat pesawat terbang. Lalu pesawat Wright
bersaudara ini tentu menjadi inspirasi awal untuk pengembangan pesawat
berikutnya. Ada pesawat komersil, pesawat tempur, pesawat jet, pesawat telepon,
helikopter, dan lain-lain yang jenis dan jumlahnya luar biasa banyak. Ini tentu
membuat suatu perubahan yang signifikan di bidang transportasi. Jamaah haji
asal Indonesia jaman dahulu harus berbulan-bulan mengarungi lautan sebelum
mencapai tanah suci, dan butuh waktu berbulan-bulan juga untuk kembali ke tanah air. Sekarang, waktu tersebut terpangkas
sejak digunakannya pesawat sebagai moda transportasi menjadi hanya beberapa jam
saja. Itulah contoh bagaimana suatu inspirasi dapat mengubah situasi dan
kondisi.
Inspirasi seringkali muncul dari
sesuatu dan pada waktu yang tidak terduga. Beberapa hari yang lalu saya nonton
sebuah video di media sosial berkenaan dengan seorang fotografer profesional
yang terlahir tidak memiliki tangan dan kaki. Namanya Achmad Zulkarnain, asal
Banyuwangi. Luar biasa sekali beliau ini, keterbatasannya ia konversikan
menjadi suatu kelebihan. Tekadnya kuat, perjuangannya hebat. Utamanya, beliau
tidak menjadikan keterbatasannya sebagai “alat jual”, tapi beliau memang
menghasilkan karya-karya fotografi yang sangat baik. Tentu saja beliau ini jadi
inspirasi bagi banyak orang untuk tetap berjuang dan menghasilkan karya yang
baik. Dan menarik disimak bagaimana “perjalanan” inspirasi ini bisa sampai dengan cara dan pada
waktu yang tepat. Seseorang dari Banyuwangi, diliput oleh media luar negeri,
kemudian videonya muncul di media sosial dan kebetulan saya saksikan. Kalau saja saat itu
saya sedang tidak buka media sosial, mungkin inspirasi itu tidak akan pernah
sampai kepada saya.
Di sisi lain, inspirasi tidak
melulu berkaitan dengan hal-hal yang baik. Selalu ada dua sisi. Berbagai
keburukan pun dapat dimulai dari suatu inspirasi. Jika pembaca yang berbahagia
pernah nonton serial Breaking Bad,
mungkin pembaca bisa paham bagaimana inspirasi diterjemahkan bisa menjadi suatu
keburukan. Alkisah lakon utama dalam serial tersebut, Walter White, seorang guru kimia, didiagnosa terkena kanker
paru-paru. Merasa hidupnya tak lama lagi, ia berkeinginan untuk
mendapatkan uang yang banyak sebagai bekal untuk kebutuhan keluarganya kelak
ketika ia sudah tiada. Saat ia diajak oleh iparnya yang merupakan seorang agen Drug Enforcement Administration untuk
ikut dalam penyergapan produsen narkoba jenis metamfetamin, justru ia
mendapatkan inspirasi untuk menghasilkan uang yang banyak dengan menjadi
produsen metamfetamin dengan latar belakangnya sebagai ahli kimia, hingga singkat
cerita ia menjadi “The Meth King”.
Itu hanya satu contoh bahwa seseorang bisa saja mendapatkan inspirasi untuk
melakukan hal yang salah. Kemudian kita coba kaitkan, bagaimana seseorang bisa
justru memberikan inspirasi yang buruk. Beberapa tahun belakangan ini sudah
kita rasakan bersama gaduhnya media sosial. Maha benar warganet dengan segala
komentarnya. Banyak sekali “pertempuran” disertai ujaran kebencian yang
dibagikan di media sosial, dan itu sangat mungkin memberikan inspirasi untuk
juga membenci diluar media sosial. Di dunia maya ribut, di dunia nyata ge raribut.
Dan akhirnya, lakukanlah hal yang
baik. Sebuah senyuman yang kita lemparkan kepada orang lain, mungkin dapat
menjadi inspirasi bagi orang lain untuk membalas senyuman tersebut dan berbagi
senyuman pada orang lain. Ketika banyak pengemudi yang enggan mengantri saat
macet, janganlah kita ikut-ikutan edan. Mengantrilah dan beri inspirasi untuk
berbuat benar pada pengendara lain. Karena tadi, inspirasi itu bisa berantai
dan dampaknya bisa besar.
Demikianlah tulisan ini saya
buat, menandakan kembalinya inspirasi untuk menulis. Jika anda tidak menemukan
inspirasi dari tulisan ini, ya sudah jangan menyesal. Mungkin bisa ketemu jika
baca tulisan-tulisan saya terdahulu atau tulisan berikutnya yang entah kapan
datangnya. Tergantung inspirasinya datang kapan.