“Siapa yang tak
ingin sukses?”. Sepertinya jika kalimat tanya tersebut dilontarkan di depan
kelas, tak satupun murid akan mengacungkan tangannya. Dan jika pertanyaan
dibalik menjadi “Siapa yang ingin sukses?”, pastinya semua murid akan mengacungkan
tangannya pertanda jawaban “saya ingin”. Tak hanya di kelas, dimanapun
pertanyaan seperti itu dilontarkan maka respon yang diberikan tidak akan
berbeda. Karena sukses merupakan tujuan
hidup semua manusia, terlepas tafsir sukses bagi setiap orang berbeda-beda. Dan
sukses adalah hak setiap manusia, yang ingin berusaha.
Melalui tulisan
ini, saya tidak ingin memberikan suatu inspirasi ataupun motivasi yang membuat
semangat menggebu untuk menggapai kesuksesan. Tidak juga saya hendak membahas
mengenai apa itu kesuksesan yang sejati. Saya hanya ingin berbagi pandangan
mengenai proses dalam mencapai sukses itu sendiri. Dalam pandangan saya
tentunya.
Seorang yang
telah sukses, atau kita sebut “si sukses”, tentu akan menjadi contoh bagi
seorang yang masih dalam proses mencapai sukses yang selanjutnya kita sebut “calon
sukses”. Kemudian si calon sukses akan mulai mencari tau bagaimana perjalanan
si sukses dari awal hingga suksesnya. Kemudian si calon sukses akan mulai
mengagumi si sukses, dan bertekad akan seperti si sukses. Mengikuti cara-cara
ataupun tips dan trik dari si sukses supaya bisa seperti si sukses. Biasanya
alur yang terbentuk kurang lebih akan seperti itu. Kemudian iniliah yang
menjadi ganjalan bagi saya. Jika memang saya ingin sukses, apakah saya harus
mengikuti cara-cara orang sukses? Apakah saya harus menjalani kehidupan seperti
orang sukses? Sementara saya bukan dia, dia bukan saya. Lingkungan hidup saya berbeda
dengan dia.
Terkadang kita
memang terlalu berambisi untuk bisa mencapai apa yang orang sukses telah capai.
Maka kita berpikir bahwa untuk bisa seperti mereka, maka kita ikuti jalan hidupnya
kemudian berharap nasib kita akan seperti mereka. Tak ada yang salah pada cara seperti
itu, namun coba kita pikirkan.
Bukankah lebih
baik mencapai kesuksesan dengan cara kita sendiri?
Mungkin selama
ini banyak yang ingin mencapai kesuksesan melalui jalur yang telah dibuat oleh
orang lain. Memang tidak ada masalah. Tetapi, akan ada perbedaan ketika kita
membuat sendiri jalur menuju sukses kita. Ketika kita mengikuti cara sukses
seseorang, kemudian dalam perjalanannya menemukan masalah maka kita akan dengan
mudah melaluinya karena cara itu sudah pernah dijalani dan masalah-masalah
didalamnya sudah ada pemecahannya, sebagian besar. Namun ketika kita membuat
sendiri jalur kesuksesan kita, kemudian menemukan masalah maka masalah yang kita hadapi
kemungkinan besar adalah sesuatu yang baru, dan perlu pemecahan baru pula untuk
menyelesaikan masalah tersebut. Maka kita akan bekerja keras, menempa diri, dan
memecahkan masalah dengan penyelesaian yang baru. Akan muncul suatu kematangan dan
karakter dalam diri kita, hingga akhirnya kita mencapai kesuksesan yang
didamba. Tentu akan ada perbedaan jika kita hanya mengikuti pola kesuksesan dari yang sudah ada. Mungkin akhirnya
tetap akan sama-sama sukses, namun bagi saya akan ada hasil lebih yang
diperoleh yaitu kematangan dan karakter, disamping kepuasan pribadi tentunya.
Sampai sekarang
saya masih berprinsip bahwa saya bukan kamu, saya belum tentu benar, kamu belum
tentu salah. Apa yang baik bagimu, belum tentu baik bagi saya. Apa yang sesuai
bagimu, belum tentu sesuai bagi saya. Bukan bermaksud untuk menjadi seseorang
yang sombong ataupun angkuh, namun saya hanya berusaha menjadi diri sendiri,
dan mencoba membentuk karakter diri.
Tapi bukan
berarti kita menutup mata dan menjadi seorang individualis, karena selalu ada
pelajaran yang bisa dipetik dari seorang yang lebih berpengalaman dan telah
mencapai kesuksesan. Yang saya maksudkan adalah akan lebih baik jika kita
membuat jalur sukses kita sendiri daripada mengikuti jalur sukses orang lain. Namun
keduanya tidak ada yang salah, semua tergantung bagaimana kita berpandangan. Dan
tidak perlu pula saya memaksakan pandangan saya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar