Rabu, 26 Maret 2014

Suksesmu, Suksesku?



“Siapa yang tak ingin sukses?”. Sepertinya jika kalimat tanya tersebut dilontarkan di depan kelas, tak satupun murid akan mengacungkan tangannya. Dan jika pertanyaan dibalik menjadi “Siapa yang ingin sukses?”, pastinya semua murid akan mengacungkan tangannya pertanda jawaban “saya ingin”. Tak hanya di kelas, dimanapun pertanyaan seperti itu dilontarkan maka respon yang diberikan tidak akan berbeda.  Karena sukses merupakan tujuan hidup semua manusia, terlepas tafsir sukses bagi setiap orang berbeda-beda. Dan sukses adalah hak setiap manusia, yang ingin berusaha.
Melalui tulisan ini, saya tidak ingin memberikan suatu inspirasi ataupun motivasi yang membuat semangat menggebu untuk menggapai kesuksesan. Tidak juga saya hendak membahas mengenai apa itu kesuksesan yang sejati. Saya hanya ingin berbagi pandangan mengenai proses dalam mencapai sukses itu sendiri. Dalam pandangan saya tentunya.
Seorang yang telah sukses, atau kita sebut “si sukses”, tentu akan menjadi contoh bagi seorang yang masih dalam proses mencapai sukses yang selanjutnya kita sebut “calon sukses”. Kemudian si calon sukses akan mulai mencari tau bagaimana perjalanan si sukses dari awal hingga suksesnya. Kemudian si calon sukses akan mulai mengagumi si sukses, dan bertekad akan seperti si sukses. Mengikuti cara-cara ataupun tips dan trik dari si sukses supaya bisa seperti si sukses. Biasanya alur yang terbentuk kurang lebih akan seperti itu. Kemudian iniliah yang menjadi ganjalan bagi saya. Jika memang saya ingin sukses, apakah saya harus mengikuti cara-cara orang sukses? Apakah saya harus menjalani kehidupan seperti orang sukses? Sementara saya bukan dia, dia bukan saya. Lingkungan hidup saya berbeda dengan dia.
Terkadang kita memang terlalu berambisi untuk bisa mencapai apa yang orang sukses telah capai. Maka kita berpikir bahwa untuk bisa seperti mereka, maka kita ikuti jalan hidupnya kemudian berharap nasib kita akan seperti mereka. Tak ada yang salah pada cara seperti itu, namun coba kita pikirkan.

Bukankah lebih baik mencapai kesuksesan dengan cara kita sendiri?

Mungkin selama ini banyak yang ingin mencapai kesuksesan melalui jalur yang telah dibuat oleh orang lain. Memang tidak ada masalah. Tetapi, akan ada perbedaan ketika kita membuat sendiri jalur menuju sukses kita. Ketika kita mengikuti cara sukses seseorang, kemudian dalam perjalanannya menemukan masalah maka kita akan dengan mudah melaluinya karena cara itu sudah pernah dijalani dan masalah-masalah didalamnya sudah ada pemecahannya, sebagian besar. Namun ketika kita membuat sendiri jalur kesuksesan kita, kemudian menemukan  masalah maka masalah yang kita hadapi kemungkinan besar adalah sesuatu yang baru, dan perlu pemecahan baru pula untuk menyelesaikan masalah tersebut. Maka kita akan bekerja keras, menempa diri, dan memecahkan masalah dengan penyelesaian yang baru. Akan muncul suatu kematangan dan karakter dalam diri kita, hingga akhirnya kita mencapai kesuksesan yang didamba. Tentu akan ada perbedaan jika kita hanya mengikuti pola  kesuksesan dari yang sudah ada. Mungkin akhirnya tetap akan sama-sama sukses, namun bagi saya akan ada hasil lebih yang diperoleh yaitu kematangan dan karakter, disamping kepuasan pribadi tentunya.
Sampai sekarang saya masih berprinsip bahwa saya bukan kamu, saya belum tentu benar, kamu belum tentu salah. Apa yang baik bagimu, belum tentu baik bagi saya. Apa yang sesuai bagimu, belum tentu sesuai bagi saya. Bukan bermaksud untuk menjadi seseorang yang sombong ataupun angkuh, namun saya hanya berusaha menjadi diri sendiri, dan mencoba membentuk karakter diri.
Tapi bukan berarti kita menutup mata dan menjadi seorang individualis, karena selalu ada pelajaran yang bisa dipetik dari seorang yang lebih berpengalaman dan telah mencapai kesuksesan. Yang saya maksudkan adalah akan lebih baik jika kita membuat jalur sukses kita sendiri daripada mengikuti jalur sukses orang lain. Namun keduanya tidak ada yang salah, semua tergantung bagaimana kita berpandangan. Dan tidak perlu pula saya memaksakan pandangan saya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar